Informatika, Teknologi, dan Informasi Umum terbaru yang di ulas secara informatik

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, January 7, 2018

Teknologi Informasi Ubiquitous Computing

Perkembangan Teknologi yang semakin pesat seperti air yang terjun bebas ke dasar sungai tanpa pembatas dan berkembang begitu cepat serta menjadikan lalu lintas informasi di dunia digital semakin cepat.  Hal ini teknologi informasi yang pada kenyataannya dapat mentransformasikan cara dan pola manusia dalam bersosial dengan berinteraksi antar sesama pengguna teknologi dan dengan objek-objek yang berada di sekitarnya. Kemudahan dalam melakukan sistem komunikasi dan cara penggunaan komputer merupakan pengaruh dari perubahan teknologi yang terjadi saat ini dan akibat dari perkembangan teknologi informasi itu sendiri.
Dalam perkembangan teknologi informasi tidak dapat menutup kemungkinan bahwa adanya penggabungan cabang dari beberapa ilmu menjadi satu kesatuan untuk menciptakan/membantuk suatu sistem baru dari teknologi yang digunakan demi menunjang kemudahan manusia dalam berkomunikasi teknologi yang dimaksud disebut dengan Ambient Intelligence atau disingkat dengan AMI merupakan suatu teknologi yang menggabungkan beberapa bidang ilmu dan diantara ilmu tersebut adalah ilmu komputer, teknik electro, dan ilmu telekomunikasi. Dari ketiga cabang ilmu tersebut memiliki peran masing masing yakni :

1. Ilmu computer yang memiliki peran sebagai pembangun dan penerapan konsep expert system atau yang sering dikenal dengan istilah sistem pakar, sistem kendali atau sistem control yang merupakan suatu alat untuk mengendalikan, memerintah dan mengatur dari suatu sistem komponen dari komputer itu sendiri.
2. Teknik Elektro ( electrical engineering) yang memiliki peran dalam merancang suatu komponen sensor dan microelectronic. 
3. Ilmu Telekomunikasi lebih berperan dibidang pembentukan sistem mobile communication, jaringan, dan signal processing.
Ubiquitous computing menjadi salah satu inspirasi terhadap pengembangan komputasi yang bersifat “off the desktop”, dimana adanya interaksi yang dilakukan antara manusia dengan sistem komputer bersifat secara natural dan perlahan paradigma penggunaan  keyboard/mouse/touchscreen dari generasi personal computer. Sebagai pengganti peralatan tersebut ialah bergerak, berbicara atau menulis yang dilakukan oleh manusia akan diproses sebagai input dari suatu bentuk komunikasi oleh manusia lainnya. konsep yang sama yang diguanakan sistem ubiquitous, yaitu menggunakan gerakan, pembicaraan, ataupun tulisan sebagai bentuk input baik secara eksplisit maupun implisit ke komputer. Manfaat dari penggunaan sistem ini dapat digunakan oleh setiap orang walaupun tidak memiliki keterampilan menggunakan komputer sekalipun dan bahkan dapat digunakan oleh orang dengan kekurangan fisik.
Mark D. Weiser dalam jurnal Scientific American dengan judul artikelnya”The Computer of the 21st Century” di terbitan September 1991. Mark D. Weiser mendefiniskan tentang istilah ubiquitous computing yakni : ”Ubiquitous computing is the method of enhancing computer use by making many computers available throughout the physical environment, but making them effectively invisible to the user” (sebagai metode yang bertujuan menyediakan serangkaian komputer bagi lingkungan fisik pemakainya dengan tingkat efektifitas yang tinggi namun dengan tingkat visibilitas serendah mungkin)
Mark D. Weiser menjelaskan bahwa Ubiquitous Computing adalah sebuah model/konsep interaksi manusia - komputer yang paling canggih dan modern, dimana proses informasi yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer secara kontinyu, dimanapun, kapanpun. ubiquitos computing yang merupakan teknologi computer digunakan dan menyatu di dalam suatu objek dan diintegrasikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Ubiquitous computing pertama kali di perkenalkan oleh Mark Weiser pada tahun 1998 di Laboratorium Komputer Xerox PARC, selagi menjabat sebagai Chief Technologist di Xerox Palo Alto Research Center (PARC)

Pada dasarnya ubiquitous computing melakukan pembagian resource dalam suatu jaringan pemrosesan secara bersama-sama dan terdistribusi ke dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Contoh awal dari pengembangan ubicomp (ubiquitous computing) adalah :
Pertama : Active Badge dikembangkan sekitar tahun 1992 berasal dari Laboratorium Riset Olivetti yang berukuran kira-kira sebesar radio panggil (pager), alat ini terpasang di saku pakaian atau sabuk para pegawai dan digunakan untuk memberikan informasi di mana posisi seorang karyawan dalam kantor, sehingga saat seseorang ingin menghubunginya lewat telepon secara otomatis komputer akan mengarahkan panggilan telepon ke ruang di mana orang tersebut berada.
Kedua : Tab dari Pusat Riset Xerox Palo Alto adalah sebuah alat genggam (handheld) dengan kemampuan setara dengan sebuah communicator. Patut diingat kedua alat ini diciptakan sekitar 15 tahun lalu dan bahkan sempat diproduksi secara komersial jauh sebelum era telepon seluler 3G yang tengah kita alami saat ini.
Ketiga: “Live Wire” milik Natalie Jeremijenko. Merupakan sebuah tali yag dipasangkan ke sebuah stepper motor dan dikendalikan melalui koneksi LAN yang menyebabkan tali tersentak atau menegang sesuai kondisi dan traffic jaringan.
Untuk penambah pemahaman terhadap ubiquitous computing dapat digambarkan sebuah lingkungan yang menghubungkan dari kontrol penerangan (lampu) dan pemanas ruangan dengan alat yang dipasang pada pakaian sehingga kondisi penerangan dan suhu ruangan dapat dimodulasi secara terus-menerus dan tak kentara.

Buxton (1995) menyatakan bahwa ubiquitous computing mempunyai karakteristik utama yaitu:
A. Ubiquity: interaksi tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui satu workstation. Akses ke komputer dapat dilakukan di mana saja. Sebagai contoh, di suatu kantor ada puluhan komputer, layar display, dan sebagainya dengan ukuran bervariasi mulai dari tombol seukuran jam tangan, Pads sebesar notebook, sampai papan informasi sebesar papan tulis yang semuanya terhubung ke satu jaringan. Jaringan nirkabel akan tersedia secara luas untuk mendukung akses bergerak dan akses jarak jauh. 

B. Transparency: teknologi ini tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam suatu ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya.