Informatika, Teknologi, dan Informasi Umum terbaru yang di ulas secara informatik

Tuesday, March 8, 2022

Mengenal HTML

 

Di era digitalisasi saat ini, pembuatan website dan aplikasi mobile menjadi trend center untuk membantu meningkatkan promosi dan sarana mengenalkan produk dan jasa secara efektif. Oleh karena itu pekerjaan sebagai programmer menjadi pilihan yang paling banyak dicari di dunia industri. Pun juga, seorang web developer harus menguasai bahasa markup khusus untuk membantu dalam merancang struktur halaman website, yaitu HTML.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas lebih dalam mengenai HTML dan apa saja kerangka utama untuk membangun struktur dasar halaman web dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi yang ada. Untuk saat ini, pengembangan web terasa lebih mudah dan bisa jadi anda tidak perlu mempelajari lebih jauh terkait dengan bahasa pemrograman khusus. Anda dapat menggunakan bantuan CMS (Content Management System) seperti WordPress, Drupal, Joomla, dan lain sebagainya.

Namun untuk sekarang, kita tidak membahas CMS lebih lanjut. Jika anda ingin mengetahuinya, silakan membaca artikel kami terkait cara mengembangkan website menggunakan bantuan CMS. 

Pengertian HTML

HTML atau Hypertext Markup Language adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat struktur halaman website agar dapat ditampilkan pada web browser. Jadi, HTML dapat dianalogikan sebagai pondasi awal dalam menyusun kerangka halaman web secara terstruktur sebelum membahas terkait tampilan desain dan sisi fungsionalitas.

Sejarah HTML

Sejarah HTML pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee yang merupakan fisikawan di lembaga penelitian CERN, Swiss. Berners-Lee mempunyai ide atau pemikiran mengenai sistem hypertext berbasis internet. Sekitar tahun 1991, Tim merilis versi HTML pertama yang di dalamnya terdalam sekitar 18 tag.

Untuk sekarang, HTML mengalami beberapa pengembangan dari sisi fitur serta informasi yang disajikan hingga versi terbaru, yaitu HTML5. Setiap tahunnya, bahasa ini mempunyai tingkat popularitas yang cukup tinggi sehingga dijadikan sebagai web standard resmi di dunia pemrograman.

Selanjutnya, HTML juga mengalami tahap perbaikan (maintain) dan dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Pada tahun 2014, merupakan waktu dimana HTML mengalami upgrade yang cukup signifikan dan terdapat fitur semantic untuk memudahkan pengembang website dalam menyusun kode dan memberitahukan makna dari konten tersebut, sebagai contoh <article>, <footer>, dan <header>.

Fungsi 

Setelah mengenal sejarah singkat dari bahasa markup HTML, selanjutnya kita juga harus mengetahui kegunaannya. Berikut ini beberapa fungsi dan tujuan dari penerapan HTML untuk pembuatan situs atau web app.

Fungsi utama penggunaan HTML sendiri adalah membangun tampilan website yang telah menerapkan metode semantik untuk memudahkan setiap pengembang dalam proses development dan maintenance. Kemudian, HTML juga dapat dikolaborasikan dengan penggunaan bahasa CSS (Cascade Style Sheet) serta JavaScript.

Dimana, peran dari HTML5 berfungsi untuk menyusun kerangka dan struktur halaman website. Kemudian, CSS membantu dalam memberikan tampilan desain meliputi warna, font, outline, dan lain sebagainya. Dan Tugas dari bahasa pemrograman JavaScript adalah memberikan sentuhan interaksi untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada user.

Kerangka Inti dan Cara Kerja HTML

Lantas, bagaimana cara membuat kode program HTML yang baik dan benar? Untuk dapat mempelajari bahasa markup ini, anda dapat belajar dari media mana saja. Anda dapat memanfaatkan internet untuk mencari berbagai forum atau jurnal yang membahas terkait tutorial HTML. Berikut ini merupakan beberapa macam kerangka inti yang membentuk struktur bahasa markup mulai tag, elemen, dan atribut.

  • Tag, merupakan perintah atau awalan instruksi yang nantinya akan dibaca pada web browser. Misalnya adalah penggunaan tag <strong>, yang berfungsi untuk memberikan ketebalan pada teks paragraf.
  • Element, merupakan proses keseluruhan kode yang dimulai dari tag pembuka (< >) dan diakhiri dengan tag penutup (</>), sebagai contoh element <p>Ini adalah website saya</p>.
  • Attribute, merupakan informasi atau perintah tambahan yang dimasukkan ke dalam sebuah elemen. Misalnya saja <img class=”gambar” src=”komputer.jpg” alt=”komputer1” />, sehingga atributnya adalah class, src dan alt image.

Setelah mengetahui informasi terkait struktur awal dari HTML, selanjutnya kita akan mengenal kerangka intinya.

1. <!DOCTYPE html>

Berfungsi untuk mendeklarasikan kepada komputer bahwa anda menuliskan sebuah perintah di dalam kode HTML.

2. <html></html>

Berfungsi untuk tag yang menandakan proses mulai menuliskan kode program pada dokumen HTML.

3. <head></head>

Tag ini digunakan untuk menambahkan metadata ke dalam dokumen html yang berisi judul, deskripsi, library dan lain sebagainya.

4. <body></body>

Dan yang terakhir, tag body digunakan sebagai tempat untuk menuliskan setiap elemen atau lebih tepatnya disebut juga dengan konten pada HTML itu sendiri.

Baca juga: Optimasi Landing Page Website Anda dengan SEO

Jenis – Jenis Tag HTML dan Kode Warna

 Untuk saat ini, terdapat dua jenis tag yang sering digunakan, yaitu sebagai berikut:

1. Block Level

Untuk elemen yang menggunakan block level menggunakan ruang (space) tersedia dan membuat line atau baris baru untuk mendeklarasikan elemen berikutnya. Contoh dari penggunaan block level adalah struktur heading dan paragraf.

2. Inline Tags

Inline tags berarti menggunakan ruang yang lebih sedikit dan sempit. Sehingga kebutuhannya lebih ke arah memformat isi konten pada block level.

Selain itu, di dalam struktur HTML juga dapat mengolah dan memberikan beberapa macam warna untuk memperbaiki tampilan pada halaman situs agar lebih menarik.